Minggu, 25 Januari 2015

TATA USAHA PERALATAN KANTOR

A. PENGERTIAN PENGADAAN PERLENGKAPAN KANTOR
Pengadaan adalah semua kegiatan penyediaan perbekalan untuk menunjang pelaksanaan tugas. Cara pengadaan setiap kantor berbeda tergantung dari kebutuhan dan kegiatan. Umumnya dalam mengadakan perbekalan kantor itu selalu diawali dengan perencanaan. Perencanaan di bidang perbekalan ditekankan pada perencanaan kebutuhan perbekalan, rencana biaya, keadaan inventaris pada tahun-tahun sebelumnya, dan memperhitungkan pegawai yang ada.
Rencana biaya yang digunakan untuk biaya-biaya pengadaan, penyimpanan, penyaluran, penginventarisasian dan pemeliharaan, sehingga tidak ada kegiatan yang tertinggal dalam perhitungan biaya yang diperlukan.
Pada waktu menyusun perencanaan perbekalan, perlu diperhatikan hal-hal berikut:
  1. Mengikuti prosedur pengelolaan perbekalan
  2. Menentukan jenis, kuantitas dan kualitas perbekalan kantor yang diperlukan
  3. Mengadakan perbekalan kantor yang diperlukan sesuai dengan anggaran yang disediakan
  4. Menyediakan dan menggunakan perbekalan kantor dalam kegiatan operasional
  5. Menyimpan dan memelihara perbekalan kantor
  6. Mengumpulkan dan mengolah data perbekalan kantor
  7. Menghapuskan perlengkapan sesuai dengan prosedur yang berlaku.


Untuk barang habis pakai, direncanakan sebagai berikut:
  1. Menyusun daftar perlengkapan yang disesuaikan dengan kebutuhan dari rencana kegiatan
  2. Menyusun perkiraan biaya yang diperlukan untuk mengadakan barang tersebut tiap bulan
  3. Menyusun rencana pengadaan barang tersebut menjadi rencana triwulan dan kemudian  menjadi rencana tahunan.

Sedangkan barang tak habis pakai, direncanakan sebagai berikut:
  1. Menyusun dan menganalisa keperluan perbekalan sesuai dengan rencana kegiatan serta memperhatikan perbekalan yang masih ada dan masih dipakai
  2. Memperkirakan biaya perbekalan kantor yang direncanakan dengan memperhatikan standar yang telah ditentukan
  3. Menetapkan skala prioritas menurut dana yang tersedia, urgensi kebutuhan, dan menyusun rencana pengadaan tahunan.


  B.     LANGKAH-LANGKAH PENGADAAN PERALATAN KANTOR
        Langkah-langkah dalam pengadaan peralatan kantor sebagai berikut:
1.      Membuat surat permohonan atau daftar permintaan barang ke gudang
2.      Petugas memeriksa persediaan atau stok barang di gudang
3.      Surat diserahkan ke bendahara
4.      Meminta persetujuan kepada pimpinan
5.      Apabila sudah disetujuin, maka diserahkan ke bagian logistic
6.      Sebelum barang diterima di cek terlebih dahulu
7.      Barang diterima dengan menggunakan buku serah terima barang dan penerimaan barang
8.      Barang disimpan di gudang untuk didistribusikan
C.     INVENTARISASI BARANG HABIS PAKAI DAN TIDAK HABIS PAKAI
Inventarisasi barang adalah sesuai kegiatan dan usaha untuk memperoleh data yang diperlukan mengenai barang-barang yang dimiliki dan diurus, baik yang diadakan melalui Anggaran Belanja, sumbangan maupun hibah untuk diadministrasikan sebagaimana mestinya menurut ketentuan dan cara yang telah ditetapkan. Pengadministrasian barang inventarisasi dilakukan dalam:

  1. Buku Induk Barang Inventaris adalah buku tempat mencatat semua barang inventaris yang sudah dimiliki oleh suatu kantor, sekaligus sebagai sumber informasi mengenai segala macam data yang diperlukan (untuk barang tidak habis pakai).
  2. Buku Golongan Barang Inventaris adalah buku pembantu tempat mencatat barang-barang inventaris menurut golongan yang telah ditentukan. Pengisian dilakukan setelah pencatatan barang ke dalam Buku Induk Barang Inventaris (untuk barang tidak habis pakai).
  3. Buku Catatan Barang Non Inventaris adalah buku tempat mencatat semua barang non inventaris yang dimiliki oleh suatu kantor (untuk barang habis pakai).
D.    MENYUSUN DAFTAR KEBUTUHAN PERLENGKAPAN KANTOR

Daftar kebutuhan barang menunjukkan tentang rencana kebutuhan perbekalan (barang-barang) kantor dalam periode tertentu. Daftar biasanya dibuat dalam bulanan, triwulan, semester, dan tahunan, tetapi pada umumnya dalam tahunan.


Materi dalam bentuk Power Point Show klik disini atau disini
Lembar kartu atau buku penerima barang download
Lembar berita acara penerimaan atau pengeluaran barang download
Lembar buku induk barang inventaris download
Lembar buku golongan barang inventaris download
Lembar buku catatan barang non inventaris download

Sumber : Farida, Vida Hasna, dkk. 2004. Menggunakan Peralatan Kantor. Bandung: CV Armico.

Selasa, 11 November 2014

Klasifikasi HUMAS

1. Syarat Pendidikan dan Pengetahuan
  • Pendidikan sekurang-kurangnya SMK Program Studi Sekretaris, SMU ditambah pendidikan Sekretaris
  •  Mempunyai pengetahuan yang luas misalnya pengetahuan mengenai Organisasi dan Manajemen perusahaan serta masalah dunia bisnis.
2. Syarat Ketrampilan
  • Mampu menguasi dan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar
  • Mampu menguasai dan menggunakan minimal satu bahasa Asing terutama Bahasa Inggris baik tulisan maupun pembicaraan
  • Mampu melaksanakan tugas-tugas sebagai sekretaris, seprti menyusun laporan, mengetik surat
  • Mampu menggunakan mesin-mesin kantor beserta program aplikasinya. Misalnya untuk komputer mampu menggunakan aplikasi Microsoft PowerPoint, Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Microsoft Acces.
  • Mampu berkomunikasi melalui Internet, misalnya mengakses data, mengirim/menerima Email dsb.
3. Syarat Kepribadian
Kepribadian berarti keseluruhan sifat watak manusia yang baik maupun tidak baik. Kepribadian sekretaris yang baik digambarkan oleh Prajoedi Atmosudirdjo, yaitu :
  • bersikap sumeh (charming, simpatik, menyenangkan hati, menawan), pandai berhadapan dengan berbagai macam orang, mempunyai perasaan (intuisi) yang cukup halus dan dapat bersikap “psychologis’ terhadap orang.
  • Sifat-sifat yang harus dipunyai untuk mencapai sukses seperti jujur, cepat menanggapi kebutuhan kondisi, dan cepat memenuhi apa yang diperlukan, suka bekerjasama (kooperatif), correct (sopan tapi tegas), rajin, teliti, rajin, seksama, berhati-hati (tidak sembrono), dapat menyesuaikan diri pada perubahan-perubahan kondisi, dan simpatik kepada pegawai lainnya.
  • Sifat yang tidak disukai adalah cepat marah, congkak, ketus, sebentar-sebentar lihat jam, senang berdesas-desus, jahil, usil, sok tahu, kurang ajar, kaku, formal “sok resmi”, merampas pekerjaan orang lain, tidak sabar, pelupa, lalai, ceroboh, lamban dan lekas bosan.
  • Sikap perbuatan sekretaris selama bekerja adalah : ketelitian (accuracy), pertimbangan/perhitungan sebelum melakukan tindakan (good judgement), menyelesaikan pekerjaan secara sempurna (follow through), panjang akal (resourcefulnes), inisitatif/prakarsa (initiative)
0

Tambahkan komentar

Tips Menjadi Sekretaris Yang Baik

February 2nd, 2012 by sri Leave a reply »
  • 1. Menampilkan Citra Perusahaan
  • Citra perusahaan adalah hal yang harus di junjung tinggi, karena sekretaris adalah tangan kanan dan kepercayaan langsung bagi seorang Boss, seorang sekretaris harus menampilkan citra perusahaan yang baik.
  • 2. Baik dan Bertanggung Jawab
  • Sekretaris harus ramah, baik, dan punya sopan santun serta punya karakter yang tegas dan  rasa tanggung jawab yang tinggi. Sekretaris tidak hanya baik terhadap Boss, tetapi harus baik kepada relasi dan kawan sekantor.
  • 3. Pandai Menjaga Rahasia
  • Sebagai orang kepercayaan sekaligus tangan kanan Boss, sekretaris harus pandai mejaga rahasia perusahaan dan menjunjung tinggi loyalitas terhadap perusahaan.
  • 4. Tidak Gaptek
  • Sekretaris harus lah mempunyai wawasan luas di bidang nya, selalu up date dalam segala hal seperti kemajuan teknologi.
  • 5. Tahu Accounting dan Pembukuan
  • Dua hal ini penting bagi seoarang sekretaris agar dapat dengan mudah melakukan pembukuan kantor.
  • 6. Mampu Berbahasa Asing
  • Menguasai bahasa asing adalah nilai tambah yang harus di miliki oleh seorang sekretaris. Karena biasanya sang Boss selalu mengajak meeting sekretarisnya untuk mencatat hasil meeting ( MOM ) munite of meeting, kemudian mengirimkan hasil meeting ke relasi lain.
  • 7. Mempelajari Karakter Boss
  • Agar tidak selalu salah dalam mengambil keputusan , sekretaris harus mengenali karakter atasanya. Dalam kurun waktu tertentu sekretaris dapat mempelajari sifat atasan.
  • 8. Mempunyai Etika yang Baik
  • Sekretaris harus memiliki etika yang baik dalam berbicara, duduk,dan makan karena itu mencerminkan sekretaris yang professional dan mengangkat citra perusahaan.
  • 9. Pandai Berbicara di Depan Publik
  • Seorang sekretaris harus mempunyai keberanian berbicara di depan publik, kadang seorang atasan menyuruh seorang sekretaris menggantikan meeting atau pun pertemuan dengan relasi lain, maka sekretaris harus siap mental dalam hal ini.
  • 10. Seorang Sekretaris Harus SMART
    Protokol adalah etiket berdiplomasi dan urusan negara. Sebuah protokol adalah sebuah aturan yang membimbing bagaimana sebuah aktivitas selayaknya dijalankan terutama dalam bidang diplomasi. Dalam bidang diplomatik dan pemerintahan protokol usaha seringkali garis pembimbing yang tak tertulis. Protokol membahas kebiasaan yang layak dan diterima-umum dalam masalah negara dan diplomasi, seperti menunjukkan rasa hormat kepada kepala negara, diplomat utama dalam urutan kronologikal dalam pengadilan, dan lain-lain.
    Dalam hukum internasional dan hubungan internasional, sebuah protokol adalah sebuah perjanjian atau persetujuan internasional yang menambah perjanjian atau persetujuan internasional sebelumnya.

    PROTOKOL
  • Istilah Protokol
  • Tugas Utama Protokol
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan dan     dipersiapkan seorang protokol dalam melaksanakan tugas
  • Tahapan-tahapan suatu acara/upacara
Master of Ceremony atau MC = Pembawa Acara
1. Istilah MC
2. Kaitan MC dengan sebuah proses komunikasi
3. Persyaratan menjadi MC
4. langkah-langkah pelaksanaan

Istilah Protokol
Yunani  = protos artinya yang pertama
              kola artinya perekat atau lem
Prancis =  protocole
Inggris  =  protocol (Ating Tedjasutrisna, 1966:9)
               Menurut Ating pengertian protokol yang dikaitkan dengan masalah pengaturan suatu upacara/tata cara pergaulan internasional meliputi:
  1. Kumpulan peraturan upacara yang dipatuhi oleh semua pergaulan antara kepala negara dengan mentri-mentrinya
  2. Etiket pergaulan internasional
  3.  Sopan santun pergaulan internasional
  4.  Petugas yang melaksanakan penerapan tata cara pengaturan dan pelaksanaan suatu acara
  5. Tata tertib pergaulan internasional
  6. Pedoman tata cara pergaulan internasional (1966:100)             
           
Tugas utama Protokol
  1. Pelaksanaan upacara dalam :         
            a. Pelantikan para pejabat negara
            b. Peresmian proyek-proyek nasional
            c. Peringatan hari-hari besar nasiona;
            d. Pembukaan konferensi, konggres, muktamar
            e. Pemakam pejabat yang meninggal dunia         
  1. Pengaturan kunjungan :
            a. Kenegaraan
            b. pemimpin nasional
            c. Tamu luar negeri
            d. Tamu dalam negeri
            e. Inspeksi pimpinan
Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan seorang protokol dalam melaksanakan tugas
  1. Mengadakan koordinasi ke atas, ke samping dan ke bawah yang ada keterkaitannya dengan upacara kenegaraan
  2. Menguasai Bahasa Indonesia yang baik dan benar, dan menguasai bahasa asing (minimal Bahasa Inggris)
  3. Penguasaan administrasi dengan baik
  4. Penunjukan MC yang bertanggung jawab

Tahapan-tahapan suatu acara/upacara
  1. Tahap Orientasi
            Hal-hal yang perlu diperhatikan :
            a. latar belakang diadakannya kegiatan
            b. tujuan diadakannya kegiatan
            c. manfaat yang diperoleh
            d. kemungkinan-kemungkinan yang terjadi
  1. Tahap Persiapan, meliputi:
            a. pembentukan panitia
            b. rapat-rapat panitia
                      
Istilah MC
Istilah ini diambil dari bahasa Inggris yaitu master yang berarti a person having control yakni orang yang mempunyai hak untuk mengendalikan. Jadi MC pada dasarnya tidak hanya berperan sebagai pembawa acara saja, melainkan juga sebagai pengendali jalannya suatu acara sehingga acara yang diselenggarakan dapat berjalan dengan baik dan lancar

Kaitan MC dengan sebuah proses komunikasi:
  • MC sebagai komunikator
  •  Untaian acara yang disampaikan merupakan komunike
  •  Pertemuan-pertemuan merupakan media
  •  Hadirin adalah komunikanya
Persyaratan menjadi MC
  1. Sehat jasmani maupun rohani
  2. Tidak mengalami gangguan dalam berbicara
  3. Memiliki penguasaan bahasa yang memadai, yakni:
    1. dapat memilih kata-kata yang tepat
    2. pengucapan kata yang benar (termasuk pengucapan nama, pangkat, gelar, jabatan serta nama-nama atau istilah dalam bahasa asing)
    3. artikulasi yang jelas
    4. hilangkan aksen daerah, gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
    5. Mempunyai pengetahuan umum yang luas
    6. Memiliki persiapan fisik yang memadai, meliputi :
            a. berkepribadian
            b. memiliki rasa percaya diri
            c. berpenampilan menarik
            d. memiliki rasa humor dan penyabar
            e. cepat berpikir dan tanggap akan situasi
            f.  berwibawa tetapi tidak menakutkan
  1. Memiliki persiapan mental yang mantap, maksudnya sanggup melangsungkan tugas sampai tuntas serta memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi

Langkah-langkah pelaksanaan
Tahap persiapan
Hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan :
  1. Mengetahui sifat acara
  • Resmi (formal)
  • Setengah resmi
  • Hiburan (kesenian)
  • Gabungan
b.      Hubungi panitia atau petugas pengarah acara dan tanyakan:
  • Urut-urutan acara
  • Pejabat yang diundang
  • Pengisi hiburan (bila ada)
  • Busana yang dikenakan
  • Periksa kelengkapan acara (misal: pengeras  suara, gong, dan alat pemukulnya)
  • Meminta untuk diikutsertakan dalam rapat panitia
  1. Membuat catatan
  • Buatlah catatan urutan acara lengkap dengan kalimat-kalimat yang alan disampaikan pada kertas peraga ukuran kecil agar sedap dipandang dan memudahkan sewaktu MC membaca. Pelajarilah tema acara dan berlatihlah sebelum hari pelaksanaan
          

Tahap penenangan
Menjelang berlangsungnya acara, seorang petugas MC harus dalam keadaan tenang, tidak diganggu oleh berbagai persoalan. Ia harus berkonsentrasi diri. Mengecek alat-alat, persiapan acara dan pengecekan tamu-tamu yang hadir menjadi tanggung jawab petugas protokolair sedangkan MC hanya menunggu kata “Ya…siap acara dimulai.” dari petugas protokolair (pengarah acara).
Beberapa menit kita berdoa agar tugas yang kita emban dapat kita laksanakan dengan baik. Kendorkan urat syaraf dengan menarik nafas panjang dan menghembuskannya secra perlahan-lahan beberapa kali.

Menghadapi pengeras suara
Untuk menambah keyakinan diri
  1. Menguju pengeras suara dengan cara menggeser-geserkan jari ke permukaan pengeras suara
  2. Mempersilakan hadirin yang masih berada di luar untuk segera memasuki ruang upacara, dan segera menduduki tempat yang telah disediakan
  3. Sesuaikan jarak anatara mulut dengan pengeras suara

Menghadapi hadirin
Hal yang perlu diketahui :
  1. Acara dimulai jika keadaan sudah tenang
  2. Untuk menumbuhkan wibawa, dengan tenang pandanagan kita edarkan untuk menatap hadirin
  3. Dalam keadaan terpaksa MC baru boleh mengatakan, “Hadirin dimohon tenang!”

Arena
Hal-hal yang perlu diperhatikan:
  1. Rangkaian acara
  2. Sifat acara (resmi, agak resmi, santai)
  3. Sikap, meliputi:
  • Busana disesuaikan denagn sifat acara
  • Tata rias jangan berlebihan
  • Cara berdiri atau duduk sewaktu bertugas hendaknya dalam keadaan sempurna (tegak tetapi tidak kaku)
d.   Bahasa
  • Gunakan bahasa yang umum
  • Gunakan kalimat-kalimat pendek
  • Hindari pemakaian kata-kata asing, kecuali jika sulit dicari padan katanya
  • Hindari penggunaan kata sambung secara berlebihan

Catatan Protokolair
  1. Penyebutan urutan pejabat yang hadir dimulai dari yang tinggi kedudukannya
  2. Urutan sambutan pejabat yang hadir dimulai dari yang terendah kedudukannya diakhiri dengan yang tertinggi
  3. MC dianjurkan tidak memberikan komentar terhadap sambutan-sambutan dari pejabat maupun penceramah
Kerugian yang dapat ditimbulkan dari adanya komentar dari MC :
    • Menyita waktu
    • Membodohkan hadirin
    • Seakan-akan memberi sambutan sendiri
    • Berakibat fatal jika salah dalam menafsirkan isi sambutan atau isi ceramah


Selasa, 04 November 2014

Contoh Struktur Pemerintah,Sosial,Bisnis

HUMAS ( Publik Relation )



Kualifikasi HUMAS
1.        Kemampuan berkomunikasi (Ability to Communicate)
Kemampuan berkomunikasi yang baik yang harus ada atau dimiliki oleh seorang PR adalah kemampuan berbicara secara lisanseperti presentasi di depan client, komunikasi tulis seperti membuat press release, pengelolaan media internal dan sebagainya. Tetunya kemampuan komunikasi ini ditunjang dengan kemampuan untuk dapat berbahasa asing dengan baik.
2.        Kemampuan mengorganisasikan (Ability to Organize)
Kemampuan mengorganisasikan adalah sebuah kemampuan untuk mengelola SDM atau menenejerial anggota organisasi saat terjadi suatu masalah tertentu, atau pada moment ke PR an.
3.        Kemampuan bergaul atau membina relasi (Ability to get on with people)
Selain memiliki kemaampuan berbicara dengan baik, seorang Public Relations harus memiliki kemampuan untuk bergaul dengan siapa saja. Sebab, dengan memiliki kemampuan bergaul, seorang PR dapat menjalin hubungan kerjasama dengan berbagai elemen masyarakat atau stakeholder yang tentunya menguntungkan perusahaan dan tentu saja akan memperbanyak jaringan komunikasi yang didapatkannya.
4.        Kepribadian utuh atau jujur (Personal Integrity)
Seorang Public Relations haruslah memiliki kepribadian yang jujur. Sebab, kepribadian yang jujur tentu saja akan meningkatkan kredibilitas kita sebagai Public Relations sebuah perusahaan dimata rekan kerja, client atau perusahaan lainnya. Sebaliknya, jika kita bekerja sebagai Public Relations yang tidak jujur, akan menurunkan kredibilitas kita dimata orang lain dan menurunkan citra baik perusahaan kita.
5.        Memiliki imajinasi yang kuat (Imagination)
Seorang Public Relations haruslah memiliki nilai imajinasi yang tinggi. Karena sebuah imajinasi yang tinggi sangat diperlukan dalam tugas seorang Public Relations. Karena, dalam kesehariannya, seorang Public Relations dituntut harus bisa untuk membuat sebuah event seperti pameran, workshop, seminar, dan sebagainya dan juga harus dapat membuat cara agar dapat mengatasi konflik yang terjadi pada perusahaan.


Arti dari Politis & Bisnis
Pengertian Bangsa Secara Politis adalah, sekelompok atau sekumpulan manusia yang mendiami wilayah tertentu dan mereka tunduk pada penguasa yang ada.
bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba.

Nama-Nama Mentri Kabinet 2014-2019
Berikut nama-nama susunan Kabinet Kerja Periode 2014-2019:
01. Menteri Sekretaris Negara: M. Pratikno
02. Menteri Perencanaan Pembangunan/Kepala Bappenas: Andrinof Achir Chaniago
03 Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman: Indroyono Soesilo
04. Menteri Perhubungan: Ignasius Jonan
05. Menteri Kelautan dan Perikanan: Susi Pudjiastuti
06. Menteri Pariwisata: Arief Yahya
07. Menteri ESDM: Sudirman Said
08. Menteri Koordinatot Politik, Hukum dan Keamanan: Laksamana (Purn) Tedjo Edi Purdjiatno 
09. Menteri Dalam Negeri: Tjahjo Kumala
10. Menteri Luar Negeri: Retno Lestari Priansari Marsudi
11. Menteri Pertahanan: Ryamizard Ryacudu
12. Kementerian Hukum dan HAM: Yasonna H. Laoly
13. Menteri Komunikasi dan Informasi: Rudiantara
14. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Yuddy Chrisnandi
15. Menteri Koordinasi Perekonomian: Sofyan Djalil
16. Menteri Keuangan: Bambang Brodjonegoro
17. Menteri BUMN:  Rini M. Soemarno
18. Menteri Koperasi dan UMKM: AAGN Puspayoga
19. Menteri Perindustrian: Saleh Husin
20. Menteri Perdagangan: Rahmat Gobel 
21. Menteri Pertanian: Amran Sulaiman
22. Menteri Ketenagakerjaan: Hanif Dhakiri
23. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadimuljono
24. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Siti Nurbaya
25. Menteri Agraria dan Tata Ruang: Ferry Musyidan Baldan
26. Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Puan Maharani
27. Menteri Agama: Lukman Hakim Saifudin
28. Menteri Kesehatan: Nila F. Moeloek 
29. Menteri Sosial: Khofifah Indar Parawansa
30. Menteri Pemberdayaan Perempuan:  Yohana Yambise
31. Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah: Anies Baswedan
32. Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi: M Nasir 
33. Menteri Pemuda dan Olahraga: Imam Nahrawi, politisi profesional
34. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi: Marwan Jafar
- See more at: http://katadata.co.id/berita/2014/10/26/nama-nama-menteri-kabinet-kerja-jokowi-jk#sthash.R1CxvsqK.dpuf

Minggu, 26 Oktober 2014

Tata Ruang Kantor (Pengertian, Tujuan. Asas-asas, Prinsip, Bentuk Tata Ruang Kantor)

A.    PENGERTIAN DAN TUJUAN TATA RUANG KANTOR
PENGERTIAN
Istilah tata ruang kantor berasal dari bahasa inggris, yaitu Office Layout atau sering disebut juga Layout saja. Tata ruang kantor adalah pengaturan perabotan, mesin, dan sebaginya didalam ruangan yang tersedia. Ada beberapa ahli yang mendefinisikan tata ruang kantor diantaranya, sebagai berikut :
·         Menurut Drs.The Liang Gie mengatakan “Tata Ruang adalah penyusunan alat-alat pada letak yang tepat serta pengaturan kerja yang memberikan kepuasan bekerja bagi para karyawannya”.
·         Menurut Litlefield & Petterson mengatakan “ Office lay out may be defined as the arrangement of furniture and equipment within available flour space” (tata ruang kantor dapat dirumuskan sebagai penyusunan perabot dan alat perlengkapan pada luas yang tersedia).
TUJUAN
Adapun tujuan dari penataan ruang kantor adalah sebagai berikut:
1.     Memberikan kemudahan yang optimum bagi arus komunikasi dan arus kerja.
2.    Memberikan kondisi kerja yang baik bagi setiap orang.
3.    Memudahkan pengawasan sehingga manajer dapat melihat staf yang sedang bekerja.
4.    Memberikan kemudahan yang tinggi kepada setiap gerakan karyawan dari meja ke meja.
5.    Menghindarkan diri dari kemungkinan saling menganggu antara karyawan dengan karyawan lainnya.
6.    Mempergunakan segenap ruangan dengan baik.
7.    Memisahkan pekerjaan yang berbunyi keras, gaduh dan menganggu dari pekerjaan yang sunyi.
8.    Terciptanya kesan yang baik tentang organisasi tersebut dari relasi dan tamu yang datang.
9.    Pelaksanaan pekerjaan dapat menempuh jarak yan terpendek.
Drs. The Liang Gie mengatakan bahwa tata ruangan yang baik mempunyai beberapa keuntungan, diantaranya:
1.     Mencegah penghamburan tenaga dan waktu para pegawai 
2.    Menjamin kelancaran proses pekerjaan yang bersangkutan.
3.    Mencegah para pegawai bagian lain terganggu oleh public yang akan menemui satu bagian lain.
4.    Memungkinkan pemakaian ruangan secara efisien.
5.    Pengawasan mudah dilaksanakan.
6.    Terciptanya suasana kerja yang menyenangkan.
Drs. Moekijat mengatakan tata ruang yang baik akan memberikan manfaat sebagai berikut:
1.     Merecanakan suatu kantor dengan baik akan memberikan efisiensi melakukan pekerjaan.
2.    Penghematan penggunaan ruang lantai yang tepat.
3.    Pengawasan dapat dipermudah.
4.    Hubungan dapat dipercaya.
5.    Perlengkapan dan mesin kantor berguna lebih baik.
6.    Jalannya pekerjaan lebih lancar.
7.    Menambah kesenangan dan semangat bekerja bagi karyawan.
B.    ASAS-ASAS POKOK DAN PRINSIP TATA RUANG KANTOR
1.      Asas-Asas Pokok Tata Ruang Kantor
Azas tata ruang kantor
Menurut Richard Muther, ada empat asas tata ruang pada suatu kantor, keempat azas itu semestinya harus saling melengkapi agar tercipta suasana ruang kantor yang rapi dan teratur. Keempat Azas tersebut adalah:

Asas jarak terpendek.
Perubahan tata ruang kantor pada asas ini maksudnya adalah menata letak meja-meja dengan jarak antar meja tidak terlalu lebar sehingga pergerakan antar karyawan dapat lebih cepat. Jarak antar meja/unit yang jauh akan mengakibatkan perlu beberapa langkah untuk mencapai ke meja lain, bandingkan dengan jarak meja yang tidak terlalu lebar.
Asas rangkaian kerja
Asas Penempatan para pegawai dan peralatan menurut urutan pekerjaan menjadikan pekerjaan lebih cepat dan tidak membuat berseliweran pegawai lainya, karena pengaturan mejanya sudah runtut/teratur.

Asas penggunaan segenap ruangan
Maksudnya adalah tidak ada ruangan atau luas ruang yang tidak dimanfaatkan. Jika ada ruangan yang kosong maka dapat diletakan tanaman, hiasan, aquarium dan lain sebagainya sehingga membuat ruangan semakin nyaman dan asri.

Asas perubahan susunan tempat kerja
Asas ini memungkinkan apabila di kantor ada perkembangan baik pada pekerjaan maupun pegawai tata ruang dapat diubah dengan mudah dan cepat.
2.      Prinsip-Prinsip Tata Ruang Kantor
a.    Pekerjaan harus mengalir terus menerus sedapat mungkin dalam garis lurus.
b.    Bagian-bagian dan seksi-seksi yang berfungsi sama dan yang berhubungan harus ditempatkan secara berdekatan untuk mengurangi waktu bepergian.
c.    Aliran pekerjaan harus sederhana, sehingga dapat mengurangi hilir mudik pegawai dan penyampaian surat-surat dalam jarak yang pendek.
d.    Meletakkan perlengkapan kantor harus dekat dengan pegawai yang menggunakannya.
e.    Pergunakan meja dan kursi dengan ukuran yang sama dalam sebuah ruangan.
f.    Menyusun meja harus sedemikian rupa sehingga tidak ada pegawai yang terpaksa menghadap pada sumber cahaya.
g.    Kesatuan yang banyak berhubungan dengan masyarakat harus ditempatkan dibagian depan.
h.    Satuan yang pekerjaan bersifat gaduh, sebaiknya ditempatkan dekat jendela dan hendaknya dijauhkan dari satuan lainnya.
i.     Hendaknya tempat arsip-arsip kantor berada pada dinding atau susun tangga yang mudah terjangkau oleh petugas.
C.BENTUK-BENTUK TATA RUANG KANTOR
I. Tata Ruang Tertutup
Suatu tata ruang dikatakan terpisah-pisah atau tertutup apabila susunan ruang untuk bekerja terbagi-bagi dalam beberapa bagian.
Keuntungannya:
§  Moral pekerja atau staf tetap terjaga.
§  Pekerjaan yang sifatnya rahasia tetap terjaga.
§  Menghindari gangguan dari pekerja satu ke yang lainnya.
§  Pimpinan akan lebih tenang dalam mengerjakan tugasnya karena tidak terganggu oleh kegiatan para karyawan.
Kelemahannya:
§  Pengawasan lebih sulit dilakukan karena terhalang oleh penyekat.
§  Cahaya sulit masuk dan udara sulit beredar sehingga suasana lebih pengap dan gerah.
§  Apabila diperlukan tukar tempat antara bagian yang satu dengan bagian yang lain sulit dilakukan dan sulit merubah ruangan.
§  Apabila terjadi penambahan pegawai atau alat-alat kantorataupun perubahan mengenai proses penyelesaian suatu pekerjaan agak sulit menampungnya.
II. Tata Ruang Terbuka
Dalam susunan ini ruang yang dipergunakan untuk ruang bekerja tidak dipisah-pisahkan atau tidak menggunakan penyekat, tetapi semua aktivitasnya dilaksanakan pada satu ruang besar terbuka sehingga semua yang bekerja tampak mudah diamati dari satu sudut pandang.
Keuntungannya:
§  Pengawasan lebih mudah dan efektif terhadap segenap pegawai.
§  Hubungan antar pegawai cepat dan mudah.
§  Memperlancar arus pekerjaan dari meja satu ke meja yang lain tanpa orangnya harus mondar-mandir meninggalkan tempat kerja.
§  Cahaya mudah masuk dan udara mudah beredar.
§  Mudah merubah ruangan.
§  Perubahan organisasi menyebabkan perubahan tata ruang dapat dilayani dengan cepat dan luwes.
§  Apabila terjadi penambahan pegawai atau alat-alat kantoragak sulit menampungnya, karena ruangan terbatas.
Kelemahannya:
§  Dapat merendahkan moral atau staf. Karena cara hidup yang diawasi terus menerus.
§  Akan mengurangi keamanan bagi pekerjaan rahasia.
§  Pekerja akan kehilangan kepribadian.
§  Apabila ada pekerja yang ngbrol dan bermalas-malas antar teman sekerja dapat menggangu yang lain.
§  Peralatan kantor yang dapat menimbulkan suara gaduh akan menggangu pekerjaan lainnya yang membutuhkan ketenangan.
§  Pimpinan lebih terganggu ketenangan kerjanya, jika dibandingkan dengan ruang tertutup.
III. TATA RUANG KANTOR SEMI TERTUTUP
Ruang kantor semi tertutup adalah ruang yang disekat hanya setinggi 1,5 meter.
§  Keuntungan ruang kantor semi tertutup adalah untuk menjaga privasi kerja
§  kerugian ruang kantor semi tertutup adalah perubahan tempat lebih sulit dilakukan.
D.    LINGKUNGAN FISIK KANTOR
Salah satu yang harus diperhatikan dalam perencanaan gedung atau fisik kantor adalah lokasi. Disamping itu faktor penting yang harus mendapat perhatian adalah faktor lingkungan, apabila kehadiran suatu kantor tidak dikehendaki oleh lingkungan masyarakat maka kantor tersebut tidak dapat bertahan lama dan akhirnya akan mati. Karena itu pula faktor lain yang harus diperhatikan, diantaranya:
   -  Pengembangan kantor dimasa yang akan datang.
   -  Gambaran perkembangan wilayah dimasa datang.
   -  Sumber tenaga kerja dan kebutuhan kantor.
    -  Udara yang bersih dan segar.
    -  Ongkos pemeliharaan yang rendah.
 -  Fasilitas-fasilitas angkutan yang lebih mudah.
E.     FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TATA RUANG
1. Perencanaan Cahaya
Penerangan cahaya yang baik akan diperoleh beberapa keuntungan, diantaranya:
a. Hasil pekerjaan atau produktivitas bertambah.
b. Kualitas pekerjaan lebih baik.
c. Kesalahan-kesalahan berkurang.
d. Semangat kerja pegawai lebih baik.
e. Mengurangi ketegangan dan kelelahan.
f. Prestise lebih baik untuk perusahaan.
2. Perencanaan Warna
Dengan menggunakan warna yang tepat dan baik akan diperoleh keuntungan diantaranya:
a.    Kantor menjadi tampak menyenangkan dan menarik pandangan
b.    Mempunyai akibat yang tidak langsung terhadap efisiensi dan produktivitas pegawai.
c.    Mencegah kesilauan akibat cahaya yang berlebihan.
d.    Memelihara kegembiraan, ketenangan dan semangat bekerja pegawai.
e.    Mengurangi rasa tertekan sehingga pegawai merasa lega dan bebas.
Para ahli membedakan tiga warna pokok, yaitu:
a.    Warna merah adalah warna yang menggambarkan panas dan kegembiraan dalam kegiatan kerja. Warna merah dapat digunakan bagi alat untuk merangsang panca indra dan jiwa agar semangat dalam melaksanakan suatu pekerjaan.
b.    Warna kuning adalah warna yang menggambarkan kehangatan matahari dan berfungsi untuk merangsang mata dan syaraf, sehingga dapat menimbulkan perasaan riang gembira dengan melenyapkan perasaan tertekan.
c.    Warna biru sebagai warna dari langit dan samudera yang menggambarkan ketentraman dan keluwesan. Warna ini mempunyai pengaruh mengurangi ketegangan otot-otot tubuh dan tekanan darah.
Menurut Nadine Todd mengatakan bahwa warna memberikan pengaruh terhadap tamu yang datang, diantaranya:
a. Kepercayaan terhadap kantor
b. Efisiensi atau produktifitas
c. Moral
3.Perencanaan Udara
Dengan pengaturan udara yang tepat dan baik maka diperoleh keuntungan-keuntungan, diantaranya:
a. Kenyamanan bekerja pegawai terjamin
b. Produktivitas kerja yang lebih tinggi
c. Kualitas pekerjaan yang lebih baik
d. Semangat kerja yang lebih tinggi
e. Kesehatan pegawai terpelihara dengan baik
f. Kesan yang lebih baik dari para tamu
4.Perencanaan Suara
Dengan suara gaduh berakibat pada:
a. Gangguan mental dan saraf bagi pegawai
b. Kesulitan mengadakan konsentrasi
c. Kesalahan yang lebih banyak
d. Kelelahan yang bertambah
e. Semangat kerja pegawai berkurang
Untuk mengatasi faktor suara yang sering mengurangi efisiensi kerja para pegawai, hendaknya diperhatikan hal berikut:
a.    Langit-langit atau dinding ruang dipakai lapisan-lapisan penyadap suara
b.    Mesin-mesin tik dibawahnya diberi alas karet busa tipis
c.    Pesawat telepon dibuatkan bilik kecil yang tertutup rapat
d.    Lantai-lantai ruang sebaiknya diberi alas karet atau semacam tegel dari bahan yang tidak banyak meneruskan suara.
F. PEDOMAN DALAM MENYUSUN TATA RUANG KANTOR
1.               Pekerjaan dikantor dalam proses pelaksanaan dapat menempuh jalan terpendek
2.              Rangkaian aktivitas tata usaha dapat mengalir secar lancer
3.              Segenap ruang dipergunakan secara efisien
4.              pengawasan terhadap pekerjaan dapat berlangsung dengan baik
5.              pihak luar yang datang ke kantor tersebut mendapat kesan yang baik tentang kantor tersebut.
6.              Susunan tempat kerja dapat diubah sewaktu-waktu diperlukan.
G. LANGKAH-LANGKAH DALAM MENYUSUN TATA RUANG KANTOR
Penyusunan tata ruang dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut :
1.     Buat denah kantor dalam ukuran skala, pintu masuk, jendela dan pilar gedung.
2.    Pelajari pekerjaan (jenis, proses, urutan pekerjaan) yang tercakup dalam lingkungan kantor itu.
3.    Tentukan letak meja kerja, lemari, mesin kantor dan fasilitas lainnya dengan berpedoman pada teknik penataan meja kerja.
4.    Pindah atau hapus dan gambarkan kembali meja kerja, lemari, mesin kantor dan fasilitas lainnya masing-masingnya dan letakkan pada tempat yang dapat memenuhi prinsip dan asas tata ruang yang baik
TEKNIK PENATAAN MEJA KERJA RUANG KANTOR
Penataan meja kerja dilakukan dengan baik. Meja kerja merupakan perlengkapan kantor yang relatif lebih banyak dari peralatan lainnya, pada umumnya karena setiap personil memiliki satu meja kerja. Dengan demikian semakin banyak jumlah personil suatu kantor akan memiliki meja kerja yang relatif banyak. Oleh sebab itu, meja kerja perlu ditata dengan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi prinsip tata ruang kantor yang baik.
Teknik penataan meja kerja dapat dilakukan dengan cara berikut :
1.     Meja-meja kerja sebaiknya disusun menurut garis lurus menghadap ke jurusan yang sama atau dengan pola susunan yang saling bertolak belakang atau dengan posisi beradu punggung.
2.    Pada tata ruang yang terbuka atau relatif besar, susunan meja-meja dapat terdiri atas beberapa baris.
3.    Diantara baris meja dan blok suatu baris dengan blok baris lainnya perlu disediakan jarak untuk lalu lintas personil, atasan, maupun orang lain yang sedang mendapat layanan.
4.    Lebar lorong diantara satu blok baris dengan blok baris lainnya sekitar 120 cm dan lorong diantara satu baris dengan baris lainnya sekitar 80 cm.
5.    Meja untuk pimpinan dalam suatu ruang terbuka ditempatkan dibelakang menghadap searah dengan personil atau didepan personil berhadapan dengan personil.
6.    Penempatan pimpinan suatu unit kerja dengan pimpinan unit kerja lain pada rung terbuka ditempatkan dekat dengan personil yang menjadi bawahannya.
7.    Penempatan personil disesuaikan dengan jenis pekerjaannya, personnil yang banyak mengerjakan pekerjaan yang memerlukan konsentrasi kerja yang tinggi ditempatkan jauh dari lalu lintas orang-orang, demikian juga personil yang banyak berhubungan dengan pihak luar ditempatkan dekat pintu masuk.
8.    Personil yang menggunakan alat kerja yang menimbulkan suara ribut (bising) ditempatkan pada tempat yang dapat meredam suara atau jauh dari personil lain yang memerlukan konsentrasi kerjayang tinggi
9.    Personil yang memiliki perlengkapan kerja yang relatif sulit dipindahkan ditempatkan dekat dengan perlengkapan kerjanya
10. Personil yang memiliki alat kerja yang menimbulkan getaran ditempatkan jauh dari dinding atau tiang agar getaran tersebut tidak merembes kebagian lain.
11.  Personil yang memiliki perlengkapan kerja lemari yang berat atau peti besi ditempatkan dekat dinding agar perlengkapan kerjanya ditempatkan menempel ke tembok atau tiang untuk mendapatkan penyangga
12. Pimpinan yang sering menerima tamu dan membicarakan hal-hal yang bersifat rahasia organisasi ditempatkan pada kamar tersendiri
13. Pimpinan atau tenaga ahli karena sifat pekerjaannya membutuhkan ruangan tersendiri dapat dibuat ruang tersendiri dengan ukuran 2,5x3,6 (9 m2), untuk keperluan meja pimpianan (150x90cm), kursi pimpinan, kursi tamu, lemari pajangan/arsip pimpinan, dan lorong untuk lalu lintas pimpinan dan tamu.
STANDAR RUANG KANTOR
Setiap kantor mempunyai persyaratan lingkungan fisik yang harus diperhatikan dan diatur sebaik baiknya oleh setiap manajer perkantoran yang modern. Sebagai contoh di negara Inggris dalam 1963 telah ditetapkan undang-undang mengenai kantor (THE OFFICE ACT) yang antara lain menetapkan persyaratan atau stadar yang harus dimiliki oleh setiap ruang kantor. 
Standar itu meliputi hal hal sebagai berikut :
a.  Kebersihan
Bangunan, perlengkapan, dan perabotan harus dipelihara bersih
b.  Luas ruang kantor tidak boleh dijejal dengan pegawai
Ruang kerja harus menyediakan luas lantai 40 square feet sama dengan 3.7 m2 untuk setiap petugas.
c.   Suhu Udara
Temperatur yang layak harus dipertahankan dalam ruang kerja ( minimum 16 C = 61F) 
d.  Ventilasi
Peredaran udara segar atau udara yang telah dibersihkan harus diusahakan dalam ruang kerja
e.  Penerangan Cahaya 
Cahaya alam / lampu yang cocok dan cukup harus diusahakan, sedang perlengkapan penerangan dirawat dengan seharusnya
f.   Fasilitas kesehatan 
Kamar kecil, tolitet, dan sejenisnya harus disediakan untuk para petugas serta terpelihara kebersihannya
g.  Fasilitas Cuci 
Ruang Cuci muka / tangan dengan air hangat dan dingin berikut sabun dan handuk harus disediakan untuk secukupnya.
h.  Air minum
Air bersih untuk keperluan minum petugas harus disediakan melalui pipa / tempat penampungan khusus 
i.   Tempat pakaian 
Dalam kantor harus disediakan temapt untuk menggantungkan pakaian yang tidak dipakai petugas sewaktu kerja dan fasilitas untuk mengeringkan pakaian yang basah
j.   Tempat duduk 
petugas harus disediakan tempat duduk untuk keperluan bekerja dengan sandaran kaki bila perlu
k.  Lantai, gang , dan tangga
Lantai harus dijaga agar tidak mudah orang tergelincir, tangga diberi pegangan untuk tangan, dan bagian–bagian yang terbuka diberi pagar
l.    Mesin
Bagian mesin yang berbahaya harus diberi pelindung dari petugas yane memakainya harus cukup terlatih 
m.  Beban berat
Petugas tidak boleh ditugaskan mengangkat , membawa atau memindahkan beban berat yang dapat mendatangkan kecelakaan 
n.   Pertolongan pertama 
Dalam ruang kerja harus dissediakan kotak / lemari obat untuk pertolongan pertama maupun seseorang pegawai yagn terlatih memberikan pertolongan itu 
o.   Penjagaan kebakaran
 Alat pemadam kebakaran dan sarana untuk melariakn dari bahaya kebakaran harus disediakan secara memadai termasuk lonceng tanda bahaya kebakaran 
p.  Pemberitahuan kecelakaan
 Kecelakaan dalam kantor yagn menyebakan kematian atau absen petugas lebih dari 3 hari harus dilaporkan kepada pihak yang berwajib.
H. MERANCANG TATA RUANG KANTOR BERBAGAI MACAM BENTUK
Dalam merancang tata ruang suatu kantor, banyak hal yang harus diperhatikan diantaranya:
a)    Jenis atau bidang pekerjaan yang tercakup dalam ruang tersebut.
b)   Penempatan bidang pekerjaan sesuai dengan urut-urutan kegiatanya.
c)    Banyaknya personal/pegawai yang terlibat dalam jenisnya atau bidang pekerjaan tersebut.
d)   Tata letak atau penempatan personal/pegawai yang menangani jenis/bidang pekerjaan tersebut.
e)   Penerangan atau pencahayaan yang baik.
f)    Adanya ventilasi (pertukaran udara) yang memadai.
g)   Lain-lain hal yang penting dianggap penting, misalnya masalah keindahan dan kenyamanan ruangan
 
Cr : http://rahmah-daniar-n4hy.blogspot.com/2014/05/tata-ruang-kantor-pengertian-tujuan.html