Selasa, 11 November 2014

Klasifikasi HUMAS

1. Syarat Pendidikan dan Pengetahuan
  • Pendidikan sekurang-kurangnya SMK Program Studi Sekretaris, SMU ditambah pendidikan Sekretaris
  •  Mempunyai pengetahuan yang luas misalnya pengetahuan mengenai Organisasi dan Manajemen perusahaan serta masalah dunia bisnis.
2. Syarat Ketrampilan
  • Mampu menguasi dan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar
  • Mampu menguasai dan menggunakan minimal satu bahasa Asing terutama Bahasa Inggris baik tulisan maupun pembicaraan
  • Mampu melaksanakan tugas-tugas sebagai sekretaris, seprti menyusun laporan, mengetik surat
  • Mampu menggunakan mesin-mesin kantor beserta program aplikasinya. Misalnya untuk komputer mampu menggunakan aplikasi Microsoft PowerPoint, Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Microsoft Acces.
  • Mampu berkomunikasi melalui Internet, misalnya mengakses data, mengirim/menerima Email dsb.
3. Syarat Kepribadian
Kepribadian berarti keseluruhan sifat watak manusia yang baik maupun tidak baik. Kepribadian sekretaris yang baik digambarkan oleh Prajoedi Atmosudirdjo, yaitu :
  • bersikap sumeh (charming, simpatik, menyenangkan hati, menawan), pandai berhadapan dengan berbagai macam orang, mempunyai perasaan (intuisi) yang cukup halus dan dapat bersikap “psychologis’ terhadap orang.
  • Sifat-sifat yang harus dipunyai untuk mencapai sukses seperti jujur, cepat menanggapi kebutuhan kondisi, dan cepat memenuhi apa yang diperlukan, suka bekerjasama (kooperatif), correct (sopan tapi tegas), rajin, teliti, rajin, seksama, berhati-hati (tidak sembrono), dapat menyesuaikan diri pada perubahan-perubahan kondisi, dan simpatik kepada pegawai lainnya.
  • Sifat yang tidak disukai adalah cepat marah, congkak, ketus, sebentar-sebentar lihat jam, senang berdesas-desus, jahil, usil, sok tahu, kurang ajar, kaku, formal “sok resmi”, merampas pekerjaan orang lain, tidak sabar, pelupa, lalai, ceroboh, lamban dan lekas bosan.
  • Sikap perbuatan sekretaris selama bekerja adalah : ketelitian (accuracy), pertimbangan/perhitungan sebelum melakukan tindakan (good judgement), menyelesaikan pekerjaan secara sempurna (follow through), panjang akal (resourcefulnes), inisitatif/prakarsa (initiative)
0

Tambahkan komentar

Tips Menjadi Sekretaris Yang Baik

February 2nd, 2012 by sri Leave a reply »
  • 1. Menampilkan Citra Perusahaan
  • Citra perusahaan adalah hal yang harus di junjung tinggi, karena sekretaris adalah tangan kanan dan kepercayaan langsung bagi seorang Boss, seorang sekretaris harus menampilkan citra perusahaan yang baik.
  • 2. Baik dan Bertanggung Jawab
  • Sekretaris harus ramah, baik, dan punya sopan santun serta punya karakter yang tegas dan  rasa tanggung jawab yang tinggi. Sekretaris tidak hanya baik terhadap Boss, tetapi harus baik kepada relasi dan kawan sekantor.
  • 3. Pandai Menjaga Rahasia
  • Sebagai orang kepercayaan sekaligus tangan kanan Boss, sekretaris harus pandai mejaga rahasia perusahaan dan menjunjung tinggi loyalitas terhadap perusahaan.
  • 4. Tidak Gaptek
  • Sekretaris harus lah mempunyai wawasan luas di bidang nya, selalu up date dalam segala hal seperti kemajuan teknologi.
  • 5. Tahu Accounting dan Pembukuan
  • Dua hal ini penting bagi seoarang sekretaris agar dapat dengan mudah melakukan pembukuan kantor.
  • 6. Mampu Berbahasa Asing
  • Menguasai bahasa asing adalah nilai tambah yang harus di miliki oleh seorang sekretaris. Karena biasanya sang Boss selalu mengajak meeting sekretarisnya untuk mencatat hasil meeting ( MOM ) munite of meeting, kemudian mengirimkan hasil meeting ke relasi lain.
  • 7. Mempelajari Karakter Boss
  • Agar tidak selalu salah dalam mengambil keputusan , sekretaris harus mengenali karakter atasanya. Dalam kurun waktu tertentu sekretaris dapat mempelajari sifat atasan.
  • 8. Mempunyai Etika yang Baik
  • Sekretaris harus memiliki etika yang baik dalam berbicara, duduk,dan makan karena itu mencerminkan sekretaris yang professional dan mengangkat citra perusahaan.
  • 9. Pandai Berbicara di Depan Publik
  • Seorang sekretaris harus mempunyai keberanian berbicara di depan publik, kadang seorang atasan menyuruh seorang sekretaris menggantikan meeting atau pun pertemuan dengan relasi lain, maka sekretaris harus siap mental dalam hal ini.
  • 10. Seorang Sekretaris Harus SMART
    Protokol adalah etiket berdiplomasi dan urusan negara. Sebuah protokol adalah sebuah aturan yang membimbing bagaimana sebuah aktivitas selayaknya dijalankan terutama dalam bidang diplomasi. Dalam bidang diplomatik dan pemerintahan protokol usaha seringkali garis pembimbing yang tak tertulis. Protokol membahas kebiasaan yang layak dan diterima-umum dalam masalah negara dan diplomasi, seperti menunjukkan rasa hormat kepada kepala negara, diplomat utama dalam urutan kronologikal dalam pengadilan, dan lain-lain.
    Dalam hukum internasional dan hubungan internasional, sebuah protokol adalah sebuah perjanjian atau persetujuan internasional yang menambah perjanjian atau persetujuan internasional sebelumnya.

    PROTOKOL
  • Istilah Protokol
  • Tugas Utama Protokol
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan dan     dipersiapkan seorang protokol dalam melaksanakan tugas
  • Tahapan-tahapan suatu acara/upacara
Master of Ceremony atau MC = Pembawa Acara
1. Istilah MC
2. Kaitan MC dengan sebuah proses komunikasi
3. Persyaratan menjadi MC
4. langkah-langkah pelaksanaan

Istilah Protokol
Yunani  = protos artinya yang pertama
              kola artinya perekat atau lem
Prancis =  protocole
Inggris  =  protocol (Ating Tedjasutrisna, 1966:9)
               Menurut Ating pengertian protokol yang dikaitkan dengan masalah pengaturan suatu upacara/tata cara pergaulan internasional meliputi:
  1. Kumpulan peraturan upacara yang dipatuhi oleh semua pergaulan antara kepala negara dengan mentri-mentrinya
  2. Etiket pergaulan internasional
  3.  Sopan santun pergaulan internasional
  4.  Petugas yang melaksanakan penerapan tata cara pengaturan dan pelaksanaan suatu acara
  5. Tata tertib pergaulan internasional
  6. Pedoman tata cara pergaulan internasional (1966:100)             
           
Tugas utama Protokol
  1. Pelaksanaan upacara dalam :         
            a. Pelantikan para pejabat negara
            b. Peresmian proyek-proyek nasional
            c. Peringatan hari-hari besar nasiona;
            d. Pembukaan konferensi, konggres, muktamar
            e. Pemakam pejabat yang meninggal dunia         
  1. Pengaturan kunjungan :
            a. Kenegaraan
            b. pemimpin nasional
            c. Tamu luar negeri
            d. Tamu dalam negeri
            e. Inspeksi pimpinan
Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan seorang protokol dalam melaksanakan tugas
  1. Mengadakan koordinasi ke atas, ke samping dan ke bawah yang ada keterkaitannya dengan upacara kenegaraan
  2. Menguasai Bahasa Indonesia yang baik dan benar, dan menguasai bahasa asing (minimal Bahasa Inggris)
  3. Penguasaan administrasi dengan baik
  4. Penunjukan MC yang bertanggung jawab

Tahapan-tahapan suatu acara/upacara
  1. Tahap Orientasi
            Hal-hal yang perlu diperhatikan :
            a. latar belakang diadakannya kegiatan
            b. tujuan diadakannya kegiatan
            c. manfaat yang diperoleh
            d. kemungkinan-kemungkinan yang terjadi
  1. Tahap Persiapan, meliputi:
            a. pembentukan panitia
            b. rapat-rapat panitia
                      
Istilah MC
Istilah ini diambil dari bahasa Inggris yaitu master yang berarti a person having control yakni orang yang mempunyai hak untuk mengendalikan. Jadi MC pada dasarnya tidak hanya berperan sebagai pembawa acara saja, melainkan juga sebagai pengendali jalannya suatu acara sehingga acara yang diselenggarakan dapat berjalan dengan baik dan lancar

Kaitan MC dengan sebuah proses komunikasi:
  • MC sebagai komunikator
  •  Untaian acara yang disampaikan merupakan komunike
  •  Pertemuan-pertemuan merupakan media
  •  Hadirin adalah komunikanya
Persyaratan menjadi MC
  1. Sehat jasmani maupun rohani
  2. Tidak mengalami gangguan dalam berbicara
  3. Memiliki penguasaan bahasa yang memadai, yakni:
    1. dapat memilih kata-kata yang tepat
    2. pengucapan kata yang benar (termasuk pengucapan nama, pangkat, gelar, jabatan serta nama-nama atau istilah dalam bahasa asing)
    3. artikulasi yang jelas
    4. hilangkan aksen daerah, gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
    5. Mempunyai pengetahuan umum yang luas
    6. Memiliki persiapan fisik yang memadai, meliputi :
            a. berkepribadian
            b. memiliki rasa percaya diri
            c. berpenampilan menarik
            d. memiliki rasa humor dan penyabar
            e. cepat berpikir dan tanggap akan situasi
            f.  berwibawa tetapi tidak menakutkan
  1. Memiliki persiapan mental yang mantap, maksudnya sanggup melangsungkan tugas sampai tuntas serta memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi

Langkah-langkah pelaksanaan
Tahap persiapan
Hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan :
  1. Mengetahui sifat acara
  • Resmi (formal)
  • Setengah resmi
  • Hiburan (kesenian)
  • Gabungan
b.      Hubungi panitia atau petugas pengarah acara dan tanyakan:
  • Urut-urutan acara
  • Pejabat yang diundang
  • Pengisi hiburan (bila ada)
  • Busana yang dikenakan
  • Periksa kelengkapan acara (misal: pengeras  suara, gong, dan alat pemukulnya)
  • Meminta untuk diikutsertakan dalam rapat panitia
  1. Membuat catatan
  • Buatlah catatan urutan acara lengkap dengan kalimat-kalimat yang alan disampaikan pada kertas peraga ukuran kecil agar sedap dipandang dan memudahkan sewaktu MC membaca. Pelajarilah tema acara dan berlatihlah sebelum hari pelaksanaan
          

Tahap penenangan
Menjelang berlangsungnya acara, seorang petugas MC harus dalam keadaan tenang, tidak diganggu oleh berbagai persoalan. Ia harus berkonsentrasi diri. Mengecek alat-alat, persiapan acara dan pengecekan tamu-tamu yang hadir menjadi tanggung jawab petugas protokolair sedangkan MC hanya menunggu kata “Ya…siap acara dimulai.” dari petugas protokolair (pengarah acara).
Beberapa menit kita berdoa agar tugas yang kita emban dapat kita laksanakan dengan baik. Kendorkan urat syaraf dengan menarik nafas panjang dan menghembuskannya secra perlahan-lahan beberapa kali.

Menghadapi pengeras suara
Untuk menambah keyakinan diri
  1. Menguju pengeras suara dengan cara menggeser-geserkan jari ke permukaan pengeras suara
  2. Mempersilakan hadirin yang masih berada di luar untuk segera memasuki ruang upacara, dan segera menduduki tempat yang telah disediakan
  3. Sesuaikan jarak anatara mulut dengan pengeras suara

Menghadapi hadirin
Hal yang perlu diketahui :
  1. Acara dimulai jika keadaan sudah tenang
  2. Untuk menumbuhkan wibawa, dengan tenang pandanagan kita edarkan untuk menatap hadirin
  3. Dalam keadaan terpaksa MC baru boleh mengatakan, “Hadirin dimohon tenang!”

Arena
Hal-hal yang perlu diperhatikan:
  1. Rangkaian acara
  2. Sifat acara (resmi, agak resmi, santai)
  3. Sikap, meliputi:
  • Busana disesuaikan denagn sifat acara
  • Tata rias jangan berlebihan
  • Cara berdiri atau duduk sewaktu bertugas hendaknya dalam keadaan sempurna (tegak tetapi tidak kaku)
d.   Bahasa
  • Gunakan bahasa yang umum
  • Gunakan kalimat-kalimat pendek
  • Hindari pemakaian kata-kata asing, kecuali jika sulit dicari padan katanya
  • Hindari penggunaan kata sambung secara berlebihan

Catatan Protokolair
  1. Penyebutan urutan pejabat yang hadir dimulai dari yang tinggi kedudukannya
  2. Urutan sambutan pejabat yang hadir dimulai dari yang terendah kedudukannya diakhiri dengan yang tertinggi
  3. MC dianjurkan tidak memberikan komentar terhadap sambutan-sambutan dari pejabat maupun penceramah
Kerugian yang dapat ditimbulkan dari adanya komentar dari MC :
    • Menyita waktu
    • Membodohkan hadirin
    • Seakan-akan memberi sambutan sendiri
    • Berakibat fatal jika salah dalam menafsirkan isi sambutan atau isi ceramah


HUMAS ( Publik Relation )



Kualifikasi HUMAS
1.        Kemampuan berkomunikasi (Ability to Communicate)
Kemampuan berkomunikasi yang baik yang harus ada atau dimiliki oleh seorang PR adalah kemampuan berbicara secara lisanseperti presentasi di depan client, komunikasi tulis seperti membuat press release, pengelolaan media internal dan sebagainya. Tetunya kemampuan komunikasi ini ditunjang dengan kemampuan untuk dapat berbahasa asing dengan baik.
2.        Kemampuan mengorganisasikan (Ability to Organize)
Kemampuan mengorganisasikan adalah sebuah kemampuan untuk mengelola SDM atau menenejerial anggota organisasi saat terjadi suatu masalah tertentu, atau pada moment ke PR an.
3.        Kemampuan bergaul atau membina relasi (Ability to get on with people)
Selain memiliki kemaampuan berbicara dengan baik, seorang Public Relations harus memiliki kemampuan untuk bergaul dengan siapa saja. Sebab, dengan memiliki kemampuan bergaul, seorang PR dapat menjalin hubungan kerjasama dengan berbagai elemen masyarakat atau stakeholder yang tentunya menguntungkan perusahaan dan tentu saja akan memperbanyak jaringan komunikasi yang didapatkannya.
4.        Kepribadian utuh atau jujur (Personal Integrity)
Seorang Public Relations haruslah memiliki kepribadian yang jujur. Sebab, kepribadian yang jujur tentu saja akan meningkatkan kredibilitas kita sebagai Public Relations sebuah perusahaan dimata rekan kerja, client atau perusahaan lainnya. Sebaliknya, jika kita bekerja sebagai Public Relations yang tidak jujur, akan menurunkan kredibilitas kita dimata orang lain dan menurunkan citra baik perusahaan kita.
5.        Memiliki imajinasi yang kuat (Imagination)
Seorang Public Relations haruslah memiliki nilai imajinasi yang tinggi. Karena sebuah imajinasi yang tinggi sangat diperlukan dalam tugas seorang Public Relations. Karena, dalam kesehariannya, seorang Public Relations dituntut harus bisa untuk membuat sebuah event seperti pameran, workshop, seminar, dan sebagainya dan juga harus dapat membuat cara agar dapat mengatasi konflik yang terjadi pada perusahaan.


Arti dari Politis & Bisnis
Pengertian Bangsa Secara Politis adalah, sekelompok atau sekumpulan manusia yang mendiami wilayah tertentu dan mereka tunduk pada penguasa yang ada.
bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba.

Nama-Nama Mentri Kabinet 2014-2019
Berikut nama-nama susunan Kabinet Kerja Periode 2014-2019:
01. Menteri Sekretaris Negara: M. Pratikno
02. Menteri Perencanaan Pembangunan/Kepala Bappenas: Andrinof Achir Chaniago
03 Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman: Indroyono Soesilo
04. Menteri Perhubungan: Ignasius Jonan
05. Menteri Kelautan dan Perikanan: Susi Pudjiastuti
06. Menteri Pariwisata: Arief Yahya
07. Menteri ESDM: Sudirman Said
08. Menteri Koordinatot Politik, Hukum dan Keamanan: Laksamana (Purn) Tedjo Edi Purdjiatno 
09. Menteri Dalam Negeri: Tjahjo Kumala
10. Menteri Luar Negeri: Retno Lestari Priansari Marsudi
11. Menteri Pertahanan: Ryamizard Ryacudu
12. Kementerian Hukum dan HAM: Yasonna H. Laoly
13. Menteri Komunikasi dan Informasi: Rudiantara
14. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Yuddy Chrisnandi
15. Menteri Koordinasi Perekonomian: Sofyan Djalil
16. Menteri Keuangan: Bambang Brodjonegoro
17. Menteri BUMN:  Rini M. Soemarno
18. Menteri Koperasi dan UMKM: AAGN Puspayoga
19. Menteri Perindustrian: Saleh Husin
20. Menteri Perdagangan: Rahmat Gobel 
21. Menteri Pertanian: Amran Sulaiman
22. Menteri Ketenagakerjaan: Hanif Dhakiri
23. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadimuljono
24. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Siti Nurbaya
25. Menteri Agraria dan Tata Ruang: Ferry Musyidan Baldan
26. Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Puan Maharani
27. Menteri Agama: Lukman Hakim Saifudin
28. Menteri Kesehatan: Nila F. Moeloek 
29. Menteri Sosial: Khofifah Indar Parawansa
30. Menteri Pemberdayaan Perempuan:  Yohana Yambise
31. Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah: Anies Baswedan
32. Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi: M Nasir 
33. Menteri Pemuda dan Olahraga: Imam Nahrawi, politisi profesional
34. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi: Marwan Jafar
- See more at: http://katadata.co.id/berita/2014/10/26/nama-nama-menteri-kabinet-kerja-jokowi-jk#sthash.R1CxvsqK.dpuf